Dalam sesi penutupan Silaknas ICMI 2025, suasana ruang pertemuan terasa penuh ketenangan dan khidmat ketika Ketua Dewan Pakar ICMI, Irham A. Habibie, menyampaikan arahan penutupannya. Dengan gaya tutur yang tenang namun sarat wibawa, beliau menegaskan kembali pentingnya peran ICMI sebagai motor penggerak kecendekiaan umat dan kemajuan bangsa. Irham A. Habibie menekankan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak kolaborator visioner — para intelektual muslim yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, empati sosial, dan keberanian mengambil langkah strategis di tengah dinamika zaman.
Beliau juga mengapresiasi berbagai agenda yang telah terselenggara sepanjang Silaknas 2025, mulai dari seminar kepemimpinan, aksi sosial, hingga diskusi kebangsaan. Semua itu, menurutnya, adalah bukti bahwa ICMI bukan hanya forum gagasan, tetapi wadah kerja nyata yang berdampak. Irham A. Habibie menegaskan bahwa setiap peserta memiliki tanggung jawab moral untuk membawa pulang semangat Silaknas ke daerah masing-masing dan menerjemahkannya dalam program-program yang konkret serta berkelanjutan.
Menutup arahannya, beliau mengajak seluruh jajaran ICMI untuk terus memperkuat solidaritas, memperdalam kualitas keilmuan, dan meneguhkan komitmen pada nilai-nilai Islam yang inklusif dan mencerahkan. Dengan optimisme, ia menyampaikan bahwa masa depan Indonesia akan jauh lebih cerah bila intelektual muslim bersatu, bekerja, dan bergerak dalam satu visi besar: membangun peradaban yang berkemajuan. Silaknas 2025 pun ditutup dengan penuh harapan, meninggalkan energi baru bagi seluruh peserta untuk terus berkiprah bagi kemaslahatan umat dan bangsa.
