Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Provinsi Bali menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) bertempat di Meeting Room Kopi Mediasi, Denpasar, pada Kamis (19/12). Dengan mengusung tema “Sinergitas untuk Akselerasi Ketahanan Pangan: Availability, Accessibility, Stability”, kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi di antara para pengusaha Nahdliyin untuk mendukung ketersediaan, aksesibilitas, dan stabilitas pangan di wilayah Bali.
Rakerda ini dihadiri dari berbagai unsur, termasuk anggota HPN, Kanwil DJP Pajak Provinsi Bali yang mewakili Bapak Waskito Eko Nugroho, Ketua PWNU Provinsi Bali Kyai Haji Abdul Azis MpdI, KOREM 163 Wirasetya yang diwakili Mayor Hendra Gunawan, Bapak Notaris Hartono , Ketua Panitia Ir Hj Nimmi Gulam, Ketua DPW HPN Propinsi Bali Prof. DR. H. Nurianto, RS, SH MH MM, Owner Cafe Mediasi Prof. DR. Drs. Made Sudjana SH MH MBA, Dewan Penasehat HPN, Wakil Ketua HPN PC Badung dan Bendahara, Anggota HPN dan Pelaku Usaha UMKM, Perwakilan CIDES ICMI.
Dalam kegiatan ini, sejumlah narasumber berkompeten turut menyampaikan pemaparan terkait sejumlah isu strategis. Di antaranya adalah sinergitas program makan siang gratis bagi anak-anak sekolah, peluang-peluang bisnis di sektor pangan, serta sosialisasi pajak UMKM.
Ketua Panitia, Ir. Hj. Nimmi Gulam, mengungkapkan bahwa hingga saat ini HPN telah membina 110 unit UMKM yang tersebar di berbagai wilayah. “Alhamdulillah, UMKM HPN terus berkembang dengan sinergitas yang luar biasa. Salah satu hasil nyata yang kita capai adalah pemberdayaan masyarakat melalui program-program seperti yang kita laksanakan hari ini,” ujarnya.
Rakerwil ini menjadi langkah strategis menuju “Indonesia Emas” melalui sinergitas dan akselerasi program ketahanan pangan. Selain itu, acara ini juga menekankan pentingnya sosialisasi pajak bagi pelaku UMKM guna mendukung stabilitas ekonomi nasional. “Penerimaan pajak sangat penting untuk mengurangi defisit negara. Harapannya, HPN Bali bisa menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk bersama-sama mendorong transformasi ekonomi,” tambah Nimmi Gulam.

Ketua HPN Provinsi Bali, Prof. Dr. H. Nurianto, RS., SH., MH., MM.,, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat peran pengusaha Nahdliyin dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya di Provinsi Bali.
“Ketahanan pangan adalah fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan. Melalui sinergi dan akselerasi program-program strategis, kami yakin HPN dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor ketersediaan pangan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar nurianto.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pengembangan program makan siang gratis bagi anak-anak sekolah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses gizi anak-anak sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi UMKM lokal di sektor pangan.
Selain itu, peluang bisnis di sektor ketahanan pangan juga dibahas secara mendalam. Hal ini memberikan gambaran optimis bagi pengusaha Nahdliyin untuk memperluas cakupan usaha mereka sembari memberikan dampak sosial yang positif.
Rakerwil ini menjadi bukti nyata komitmen HPN dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dengan semangat kolaborasi dan inovasi. Dengan sinergitas lintas sektor yang terus diperkuat, HPN Provinsi Bali optimistis mampu menjadi motor penggerak perubahan yang lebih baik.
Ketua PWNU Provinsi Bali, KH. Abdul Aziz, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah HPN dalam membina pelaku usaha. Ia berharap HPN mampu melahirkan lebih banyak pengusaha baru dan mengatasi tantangan di lapangan. “Harapan saya, HPN bisa menjadi pendamping masyarakat dalam menghadapi kendala manajemen, pengelolaan keuangan, hingga akses permodalan,” ungkapnya.
KH. Abdul Aziz juga menyoroti pentingnya motivasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Menurutnya, banyak masyarakat yang masih membutuhkan dukungan untuk memahami sistem perpajakan dan pengelolaan usaha secara profesional. “UMKM adalah pilar ekonomi bangsa. Dengan pendampingan yang tepat, kita bisa meminimalisir isu-isu ekonomi yang kerap menjadi akar permasalahan sosial,” tambahnya.
Rakerwil ini menjadi bukti nyata komitmen HPN Bali dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dengan semangat kolaborasi dan inovasi. Dengan sinergitas lintas sektor yang terus diperkuat, HPN optimistis mampu menjadi motor penggerak perubahan untuk menuju transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Harapannya, melalui program-program yang dirancang, HPN Bali dapat melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, koperasi, dan sektor swasta, untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan UMKM dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera.