Home Hukum Menteri Agama RI Melantik Eselon II di Penghujung 2025

Menteri Agama RI Melantik Eselon II di Penghujung 2025

0

Penulis : Abu Siri

Talitha Media,30 Desember 2025, Pelantikan jabatan dalam organisasi memiliki makna yang mendalam, melampaui sekadar seremoni formal. Ini adalah proses penting yang menandai peresmian, pengukuhan, dan peneguhan individu dalam peran dan tanggung jawab baru mereka.

Menteri Agama RI Prof. Dr.H.Nasaruddin Umar,MA pada hari selasa,30 Desember 2025 melantik 16 pejabat eselon II pada jajaran Kementerian Agama. Pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta. Menteri Agama berpesan agar seluruh jajaran memperhatikan kebutuhan layanan masyarakat terhadap Kementerian Agama. Menurutnya, masyarakat berharap pejabat Kementerian Agama layaknya malaikat, meski hakikatnya manusia. “Hindari hal-hal subhat, apalagi yang tercela,” ungkapnya. Ia pun menegaskan kembali kepada para pejabat, untuk bekerja tanpa pamrih, terus mengedepankan profesionalisme jabatan dan menjaga integritas, serta berhati-hati dalam bersikap karena pengawasan publik dan media semakin terbuka. Menteri Agama juga minta para pejabat menjadi teladan, bekerja dengan penuh tanggung jawab, pengabdian yang tulus, baik dalam jabatan maupun dalam kehidupan pribadi.

Nama-nama pejabat yang dilantik:

Eselon II

1. Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag., M.A g., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan Institut Agama Islam Negeri Bone;

2. Dr. I Nyoman Dayuh, S.Ag., M.Si., menjadi Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar;

3. Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali;

4. Dr. Junaidin, S.Ag., M.A., menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah;

5. Dr. H. Musta’in Ahmad, S.H., M.H., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta;

6. H. Nugraha Stiawan, S.Sos.I, M.Ak., CGCAE., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto;

7. Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., menjadi Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama;

8. M. Arfi Hatim, M.Ag., menjadi Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pembangunan Bidang Agama Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama;Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama;

9. H. Ahmadun, S.Ag., M.Pd., menjadi Inspektur I Inspektorat Jenderal Kementerian Agama;

10. Dr. Khoirul Huda Basyir Habibullah, S.Ag., M.Si., menjadi Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Agama;

11. Kastolan, S.Pd., M.Si., CGCAE., menjadi Kepala Biro Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Jenderal Kementerian Agama;

12. Muhamad Iqbal, S.E., M.M., menjadi Inspektur V Inspektorat Jenderal Kementerian Agama;

13. Dr. H. Wahid Arbani, S.Ag., M.S.I., menjadi Kepala Biro Umum, Akademik, Perencanaan, dan Keuangan Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan;

14. Ni Wayan Pujiastuti, S.H., M.Si., menjadi Kepala Biro Akademik, Keuangan dan Umum Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja;

15. Ida Bagus Ketut Drana Arimbawa, S.Pd., M.Si., menjadi Direktur Urusan Agama Hindu Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama;

16. Dr. H. M. Arsyad Ambo Tuo, M.Ag., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri Palopo.

Eselon III

1. Dr. Adimin Diens, S.Ag., M.Pd., menjadi Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama Pusat Kerukunan Umat Beragama Sekretariat Jenderal Kementerian Agama

2. Akmaldiya, S.E., menjadi Kepala Bagian Penatausahaan, Penghapusan, dan Pengendalian Barang Milik Negara Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Sekretariat Jenderal Kementerian Agama

Makna utama pelantikan jabatan 

• Pengesahan Formal: Pelantikan berfungsi sebagai pengakuan resmi dari organisasi bahwa individu yang dilantik telah dipilih atau ditunjuk sesuai dengan prosedur yang berlaku dan kini secara sah memegang posisi tersebut.

Peralihan Kepemimpinan dan Tanggung Jawab: Acara ini menandai dimulainya masa bakti atau periode jabatan yang baru, serta peralihan tanggung jawab dari pejabat lama ke pejabat baru. Ini menekankan bahwa jabatan adalah sebuah amanah yang harus diemban dengan penuh dedikasi, integritas, dan profesionalisme.

Penanaman Komitmen dan Akuntabilitas: Melalui prosesi seperti pengambilan sumpah atau janji jabatan, pejabat baru diingatkan akan komitmen dan tanggung jawab besar yang harus mereka penuhi kepada organisasi dan publik yang dilayani. Mereka berjanji untuk mengutamakan kepentingan publik dan menghindari konflik kepentingan pribadi.

Pengembangan Karir dan Peningkatan Kapasitas Organisasi: Dalam konteks manajemen sumber daya manusia (SDM), pelantikan merupakan bagian dari pola pembinaan karir pegawai, baik dalam proses kenaikan jenjang jabatan maupun kepangkatan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas ASN atau anggota organisasi secara keseluruhan.

Secara ringkas, pelantikan jabatan adalah sejarah penting yang mengikat individu pada tugas dan kewajiban baru, sekaligus memastikan kontinuitas dan efektivitas fungsi organisasi pada masa depan yang lebih baik.(A.Siri).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Chat Me..
Exit mobile version