CIDES Bali secara resmi telah membentuk Tim Penelitian Distribusi Pupuk dan Obat-obatan Pertanian sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap keberlanjutan sektor pertanian serta perlindungan terhadap kepentingan petani dan pelaku usaha pertanian di Bali.

Pembentukan tim ini dilatarbelakangi oleh banyaknya temuan lapangan terkait persoalan distribusi pupuk dan sarana produksi pertanian, mulai dari ketidaktepatan alokasi, ketidakseimbangan harga, keterbatasan akses petani terhadap pupuk dan obat-obatan pertanian, hingga dugaan praktik distribusi yang tidak sesuai dengan regulasi dan komitmen kemitraan usaha. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian sistemik, baik bagi petani, distributor resmi, maupun stabilitas sektor pertanian secara keseluruhan.

Tim Penelitian CIDES Bali akan bekerja secara independen dan objektif dengan melakukan pengumpulan data empiris, wawancara lapangan, serta telaah terhadap kebijakan dan regulasi yang mengatur distribusi pupuk dan sarana produksi pertanian. Fokus penelitian meliputi pola distribusi, mekanisme penetapan harga, kepatuhan terhadap perizinan dan kontrak kerja sama, serta dampak kebijakan distribusi terhadap kesejahteraan petani dan keberlangsungan usaha pertanian lokal.

Selain itu, tim juga akan menelusuri potensi adanya praktik-praktik yang menyimpang dari prinsip keadilan, transparansi, dan tata kelola yang baik (good governance). Hasil kajian diharapkan mampu memberikan gambaran yang utuh dan berbasis fakta mengenai kondisi riil distribusi pupuk dan obat-obatan pertanian di Bali.

CIDES Bali menegaskan bahwa penelitian ini tidak bertujuan menyudutkan pihak tertentu, melainkan menjadi langkah konstruktif untuk mendorong perbaikan sistem, penguatan pengawasan, serta terciptanya iklim usaha pertanian yang sehat, adil, dan berkelanjutan. Rekomendasi yang dihasilkan nantinya akan disampaikan kepada pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah daerah, instansi teknis, pelaku usaha, dan organisasi petani, sebagai bahan evaluasi dan perumusan kebijakan ke depan.

Melalui langkah ini, CIDES Bali berharap dapat berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, melindungi hak-hak petani, dan memastikan distribusi pupuk serta obat-obatan pertanian berjalan sesuai amanat regulasi, prinsip keadilan, dan kepentingan masyarakat luas.

Beberapa team penelitian distribusi pupuk dan obat obatan pertanian terdiri dari

Prof Andi Faisal Ketua Cides Pusat, Prof Widyana Peniliti bidang pertanian Univ Saraswati, Prof. Dr .Nurianto. RS ketua Cides Bali/wakil Ketua Umum HPN Pusat, Dr.Marwah Daud Ibrahim Ketua Pokja Pangan ICMI, Dr Adrid Peniliti Pergunu , Dr Suda Praktisi pertanian, dan lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini