Denpasar — Pimpinan Central Information and Development Studies (CIDES) Bali Prof. Nurianto secara resmi meminta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan penelitian komprehensif terhadap sistem distribusi pupuk Indonesia serta obat-obatan pertanian.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul berbagai keluhan dari petani, kios pertanian, hingga distributor yang mengaku dirugikan akibat carut-marutnya mekanisme distribusi di lapangan. Menurut CIDES Bali, kondisi tersebut bukan hanya mengganggu ketersediaan pupuk dan obat pertanian, tetapi juga berpotensi menurunkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Hal ini telah di dukung langsung oleh Ketua umum CIDES Pusat Prof. Dr. Andi yang juga menegaskan bahwa keterlibatan BRIN sangat penting untuk memetakan permasalahan secara objektif, mulai dari rantai pasok, pola pendistribusian, potensi penyimpangan, hingga efektivitas regulasi yang saat ini berjalan.
“Dibutuhkan penelitian berbasis data dan kajian mendalam agar pemerintah dapat mengambil langkah perbaikan yang tepat. Sistem distribusi pupuk dan obat pertanian harus memastikan keadilan bagi petani, kios, maupun distributor,” ujar pihak CIDES Bali.
CIDES Bali juga berharap hasil penelitian BRIN nantinya dapat mendorong perumusan kebijakan distribusi yang lebih transparan, efisien, dan berpihak pada sektor pertanian nasional.
