Indonesia sampai saat ini masih menyandang program utama sebagai negara agraris, oleh karena Sebagian besar masih berprofesi petani dalam arti luas. Program pertanian sudah digodok secara serius pemerintah sejak orde baru, dan pernah mencapai peringkat swasembada pangan, sampai produk pertanian sempak di eksport.

Total petani Indonesia mencapai sekitar 29,34 juta (per Juni 2025), Namun kemudian seiring dengan kemajuan jaman terjadi perubahan fundamental dalam pengembangan pertanian yang kelangkaan ketersedian pupuk dan obat obatan relative mahal, biaya produksi meningkat tetapi disisi lain harga pangan dipasaran rendah. Kondisi ketidak sehimbangan antara pendapatan dengan biaya produksi menyababkan sebagaian petani beralih fungsi bahkan beralih provesi. Berdasarkan kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sektor pertanian menunjukan masih dominan meski ada penurunan jumlah petani secara nasional, dengan fokus pada modernisasi dan regenerasi petani milenial. ” ujar Dewa Usadha, pengamat ekonomi Bali yang berlatang belakang akademis ini.

Pergeseran yang sangat menjolok justru terjadi di daerah Bali sebagai pusat pawirasata, BPS mencatat Bali memiliki persentase tenaga kerja informal sektor pertanian yang sangat tinggi (sekitar 91,47% pada 2024), Luas lahan sawah di Bali mengalami penyusutan signifikan dari sekitar 70-76 ribu hectare di 2019 menjadi sekitar 64 ribu hektare, menunjukan penurunan sekitar 6.000 hektare dalam lima tahun akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan pariwisata, seperti villa, hotel dan perumahan. Dampak permasalah tersebut adalah penurunan produksi pangan dan ketahanan pangan Bali, meskipun masih ada surplus di waktu tertentu.

Keterbatasan lahan membangun setrategi inovasi dalam memanfaatkan lahan terbatas, seperti pertanian negara jepang dengan sentuhan teknologi lahan terbatas. mampu menciptakan aneka pangan, ketersediaan pangan dan mutu pangan. Beberapa hal diperhatikan di wilayah Bali melalui upaya menerapkan kebijakan Lahan Sawah Dilestarikan (LSD) untuk mencegah alih fungsi lahan lebih lanjut.. Mengoptimalkan sawah tadah hujan dengan pompa air agar bisa pane dua kali setahun, meningkatkan kwalitas pangan untuk penggunaan rabuk bahan organic, pencegahan pestisida, jelas Dewa Usadha.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini