Profesor H. Jaffar Hafsah, Wakil Ketua Umum ICMI Pusat dan salah satu Guru Besar Universitas Hasanuddin, menegaskan bahwa ICMI memberikan perhatian sangat serius terhadap dugaan carut-marut dalam sistem distribusi pupuk dan obat-obatan pertanian di berbagai daerah. Beliau menyampaikan bahwa persoalan distribusi ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kepentingan jutaan petani serta keberlanjutan sektor pertanian nasional.
Menurut Profesor Jaffar, ketidak teraturan distribusi yang dilaporkan—mulai dari kelangkaan di tingkat petani, dugaan permainan harga, hingga tidak sinkronnya regulasi antara produsen, distributor, dan kios—merupakan indikasi adanya persoalan struktural yang harus segera dibenahi. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menghambat produksi pangan, menekan pendapatan petani, dan pada akhirnya mengancam stabilitas ketahanan pangan nasional.
Beliau menilai bahwa negara memiliki kewajiban untuk memastikan seluruh rantai distribusi sarana produksi pertanian berjalan tertib, transparan, dan berkeadilan. Karena itu, ICMI mendorong pemerintah, produsen pupuk, BUMN terkait, serta regulator di sektor pertanian untuk melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki mekanisme pengawasan, dan menindak tegas setiap bentuk penyimpangan yang merugikan petani.
Profesor Jaffar juga menekankan bahwa masalah distribusi pupuk bukan hanya isu teknis, tetapi juga isu strategis yang berkaitan dengan keberlanjutan program pembangunan nasional. Oleh sebab itu, ICMI siap memberikan masukan akademik, pandangan kebijakan, dan dukungan kelembagaan agar penyelesaian persoalan ini dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan berbasis bukti lapangan.
Prof. Jaffar Hafsah juga berpartisipasi (bergabung) dalam tim penelitian distribusi pupuk dan obat-obatan pertanian bersama Prof. Nurianto dan rekan lainnya.
Dengan sikap ini, ICMI ingin memastikan bahwa kepentingan petani dan masyarakat luas tetap menjadi prioritas, sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam memperjuangkan tata kelola pertanian yang bersih, efisien, dan berpihak pada keadilan.













