Pajak memegang peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui insentif perpajakan, pemerintah berupaya mendorong pelaku usaha untuk berkontribusi lebih besar pada perekonomian nasional. Edukasi perpajakan yang berkesinambungan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Peran Pajak dalam Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan adalah salah satu prioritas utama yang didukung oleh kebijakan perpajakan, terutama melalui pemberian insentif kepada UMKM. Beberapa langkah strategis pemerintah dalam hal ini meliputi:

  1. Meningkatkan Produksi dan Aksesibilitas Pangan
    Insentif pajak bagi UMKM memungkinkan peningkatan kapasitas produksi dan distribusi, yang secara langsung memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.
  2. Pembebasan Pajak untuk UMKM
    Pelaku usaha dengan omzet di bawah Rp500 juta mendapat pembebasan pajak, sebuah kebijakan strategis yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan usaha kecil.
  3. Kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
    Banyak barang kebutuhan pokok dibebaskan dari PPN untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan aksesibilitas pangan yang lebih luas.

Dukungan Pajak terhadap Pengembangan UMKM

Sebagai sumber utama penerimaan negara, pajak memainkan peran krusial dalam mendukung pembangunan ekonomi. Dengan kebijakan perpajakan yang tepat, UMKM mendapatkan berbagai manfaat, seperti:

  • Insentif Fiskal dan Konsultasi Online
    Pemerintah menyediakan fasilitas dan layanan konsultasi yang dapat diakses dengan mudah oleh pelaku usaha kecil.
  • Kontribusi Besar terhadap APBN
    Pada tahun 2025, 82% anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) diharapkan berasal dari pajak, yang mendukung berbagai program pembangunan.

Kontribusi Pajak dalam Kehidupan Sehari-hari

Setiap warga negara memiliki kewajiban membayar pajak, baik secara langsung melalui Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) maupun tidak langsung melalui Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Contoh nyata peran pajak dalam kehidupan meliputi:

  • Transaksi Harian
    Pajak yang dikenakan pada setiap pembelian barang atau jasa turut mendukung pembangunan nasional, bahkan bagi individu tanpa NPWP.
  • Dukungan untuk Pertanian dan Ketahanan Pangan
    Pajak dari sektor pertanian, seperti pembelian pupuk dan penjualan hasil panen, menjadi salah satu pilar ketahanan pangan di Indonesia.

Edukasi dan Sinergi untuk Masa Depan

Edukasi perpajakan yang kontinu diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membayar pajak. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, pembangunan dapat berjalan lebih optimal. Beberapa langkah strategis di antaranya:

  • Subsidi dan Fasilitas untuk Masyarakat
    Subsidi yang berasal dari pajak, seperti subsidi bahan bakar dan listrik, menunjukkan bagaimana kontribusi pajak mendukung kebutuhan dasar masyarakat.
  • Komunikasi yang Efektif
    Pemerintah perlu membangun komunikasi yang baik untuk memperkuat rasa tanggung jawab masyarakat terhadap kewajiban pajak mereka.

Menuju Indonesia yang Unggul pada 2045

Sebagai negara dengan potensi besar, Indonesia membutuhkan kontribusi aktif dari seluruh warganya. Pembayaran pajak yang berkualitas menjadi salah satu cara untuk mendukung pembangunan dan membawa Indonesia menjadi negara unggul di kancah internasional pada tahun 2045.

Dengan semangat gotong royong dan kontribusi dari seluruh elemen masyarakat, visi Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar mimpi, melainkan tujuan yang nyata untuk diwujudkan.

Artikel ini dikutip dari Talikata podcast: https://youtu.be/dzO8occUVWI?si=gvLHharkN0W9y3mc

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini