Peran perempuan dalam bisnis dan organisasi terus menjadi topik yang relevan, khususnya dalam menghadapi tantangan zaman. Salah satu figur inspiratif di Bali, Komang Fatimah Arsini, membuktikan bahwa manajemen waktu yang baik menjadi kunci keberhasilan perempuan dalam menjalani berbagai peran. Melalui kepemimpinannya di Forum Komunikasi Mualaf (Forkom) dan Sahabat Surga Bali , Fatimah aktif memberdayakan perempuan dan mendukung pelaku UMKM lokal. Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya kesetaraan gender dan pelestarian budaya sebagai elemen vital dalam membangun komunitas.
Peran Perempuan dalam Pemberdayaan Ekonomi
Dalam dunia bisnis, impian individu dapat menjadi pemantik perubahan yang membawa manfaat besar bagi masyarakat. Fatimah mencatatkan kontribusi signifikan melalui keterlibatannya dalam berbagai organisasi. Salah satu fokus utamanya adalah mendukung pemberdayaan UMKM di Bali, yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Dengan memberikan perhatian khusus pada perempuan, ia percaya bahwa kesetaraan gender dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
“Perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk bisnis dan sosial. Namun, diperlukan keberanian dan kemampuan untuk mengatasi stereotip yang kerap menghambat,” ungkap Fatimah.
Forum Komunikasi Mualaf Sahabat Surga Bali
Forcom telah berdiri selama 18 tahun sebagai wadah pemberdayaan perempuan mualaf di Bali. Organisasi ini awalnya berada di bawah naungan yayasan masjid, tetapi kini bergerak secara mandiri untuk meningkatkan kemandirian dan fleksibilitas anggotanya. Salah satu program unggulan Forcom adalah “Jumat Berkah”, yang rutin membagikan makanan dan minuman kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini mendapatkan dukungan besar dari anggota dan masyarakat sekitar.
Tak hanya itu, Forcom juga mengelola koperasi yang memberikan pinjaman modal usaha kepada anggotanya. Pinjaman ini dirancang dengan fleksibilitas tinggi, memberikan peluang bagi perempuan untuk mengelola keuangan mereka dengan bijak dan mendukung usaha kecil yang berkelanjutan.
Tantangan dan Peluang bagi Pemimpin Perempuan
Sebagai perempuan yang memimpin dua organisasi sekaligus, Fatimah menghadapi tantangan besar, terutama dalam mengatasi stereotip gender. Namun, ia percaya bahwa ketekunan dan semangat belajar adalah kunci untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut.
“Belajar tidak hanya di sekolah, tetapi juga dari pengalaman dan interaksi dengan berbagai karakter. Hal ini sangat penting untuk perkembangan pribadi dan profesional,” jelasnya.
Fatimah juga menyoroti pentingnya jaringan sosial yang luas. Dengan berbagi pengalaman dan saling mendukung, perempuan dapat memperluas wawasan mereka dan mencapai posisi strategis di berbagai bidang, termasuk bisnis dan politik.
Mengatur Waktu dengan Bijak
Manajemen waktu menjadi faktor utama dalam kesuksesan Fatimah. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan hobi. Baginya, waktu berkualitas bersama keluarga adalah hal yang tidak bisa digantikan.
“Pengaturan waktu yang baik membantu menjaga hubungan dengan keluarga dan teman. Hal ini memberi energi positif untuk terus berkarya di berbagai bidang,” kata Fatimah.
Harapan untuk Perempuan Bali
Fatimah berharap perempuan di Bali dapat terus maju, baik dalam pelestarian budaya maupun kesetaraan gender. Ia ingin melihat lebih banyak perempuan yang aktif dalam organisasi, bisnis, dan politik.
“Perempuan di Bali memiliki peran penting dalam menjaga budaya dan ekonomi. Kontribusi mereka sangat berarti dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berdaya saing,” tambahnya.
Inspirasi dari Perjalanan Organisasi
Pengalaman Fatimah dalam mengelola organisasi memberikan banyak pelajaran berharga, terutama tentang pentingnya kolaborasi. Dengan memahami perbedaan, organisasi dapat menciptakan solusi yang bijak dan efektif untuk berbagai tantangan.
Melalui Forcom, Fatimah ingin menunjukkan bahwa berbagi tidak hanya membawa manfaat bagi orang lain, tetapi juga meningkatkan keberkahan dalam hidup.
“Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru akan meningkatkan keberkahan dalam hidup kita,” tutupnya penuh keyakinan.
Penutup
Kisah Komang Fatimah Arsini adalah cerminan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam membangun komunitas yang lebih baik. Dengan manajemen waktu yang baik, keberanian menghadapi tantangan, dan semangat untuk terus belajar, perempuan dapat menciptakan perubahan yang berarti di berbagai bidang. Semoga kisah ini menginspirasi lebih banyak perempuan untuk berani bermimpi dan beraksi demi masa depan yang lebih baik.
Artikel ini dikutip dari Talikata Podcast: https://youtu.be/QIBv7htWM0M?si=5jz6GcprRNoiup0k














