Banyak petani di berbagai daerah terus menyuarakan keluhan terkait sistem distribusi pupuk dan obat-obatan pertanian yang dianggap belum berpihak pada kebutuhan mereka di lapangan. Kelangkaan, keterlambatan distribusi, hingga disparitas harga yang tidak stabil telah menimbulkan keresahan tersendiri bagi para petani yang setiap hari bergantung pada ketersediaan sarana produksi untuk memastikan keberhasilan panen.
Menurut A.A. Arjawa, SH., MH., Pembina Tani Merdeka Indonesia Gianyar, persoalan ini bukan sekadar isu teknis distribusi, tetapi telah menyentuh aspek fundamental kesejahteraan petani. Ia menegaskan bahwa petani adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan, sehingga negara semestinya memastikan akses yang adil, transparan, dan tepat waktu terhadap pupuk serta obat-obatan pertanian. Arjawa memandang bahwa ketidakteraturan distribusi yang terjadi selama ini telah menyebabkan banyak petani berada pada posisi yang rentan—baik secara ekonomi maupun psikologis—karena mereka dipaksa mencari alternatif dengan biaya lebih tinggi atau menunda proses produksi.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi nasional, mulai dari produsen, distributor, hingga pengecer tingkat bawah. Menurutnya, perlu ada penertiban terhadap praktik-praktik penyimpangan, penimbunan, atau permainan harga yang kerap muncul di tengah lemahnya pengawasan. Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi tani harus diperkuat agar kebijakan yang ditetapkan benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Bagi Arjawa, keadilan dalam distribusi pupuk dan obat-obatan bukan sekadar tuntutan, tetapi bagian dari upaya besar membangun sektor pertanian yang mandiri, berdaulat, dan mampu bersaing. Ia mengajak seluruh pihak untuk memahami bahwa kesejahteraan petani adalah fondasi utama keberlangsungan pangan nasional. Oleh sebab itu, ia menegaskan perlunya langkah konkret, kebijakan yang lebih berpihak, serta pengawasan yang ketat agar hak-hak petani tidak lagi terabaikan.
Dengan semangat Tani Merdeka Indonesia, Arjawa berharap perubahan sistem distribusi dapat segera terwujud sehingga para petani tidak lagi dibebani persoalan klasik yang menghambat produktivitas dan meruntuhkan semangat mereka dalam menggarap tanah sebagai sumber kehidupan.













